Air Limbah Dapat Diolah Dengan 2 Sistem

Air Limbah Dapat Diolah Dengan 2 Sistem
Saat ini gedung perkantoran sudah diwajibkan memiliki Sewage Treatment Plant (STP) yang berfungsi untuk mengolah air limbah agar tidak menghasilkan air limbah mencemari lingkungan. Pengolahan limbah cair bekerja secara terus menerus selama Gedung tersebut di fungsikan.

Sistem pengolahan air limbah juga digunakan untuk pelaporan pada dinas lingkungan hidup setempat. Proses sistem STP Diawali dari unit Basket screen yang berfungsi sebagai penyaringan awal. Aliran air selanjutnya yaitu menuju ke unit Equalisasi dan bak aerasi pada konsep sistem extended aeration. Untuk menggunakan instalasi pengolahan lumpur aktif dilakukan Penambahan bakteri bakteri atau lumpur sludge pada proses pengolahan limbah

Kualitas air hasil pengolahan harus memenuhi standart baku mutu lingkungan hidup terutama untuk Cod bod. Bahkan air olahan di Effluent tank dapat juga diatur dengan merubah sistem menjadi water treatment.

Segi Kesehatan apabila rutinitas warga yang dulu sering membuang limbah manusia ke sungai, bahwa bila limbah tersebut dibuang langsung ke sungai maka air sungai yang mengandung bakteri akan menyebar lebih luas lagi. Limbah cucian atau limbah industri yang dibuang begitu saja dapat menjadi sarang nyamuk DB, lalat dan lainnya.

Dari segi lingkungan pun juga ada bila masyarakat masih membuang limbah langsung ke sungai, Jenis limbah tertentu, seperti limbah cuci mengandung bahan kimia deterjen yang dapat mempengaruhi keasaman/pH tanah. Limbah dengan kandungan bahan kimia yang dibuang ke sungai dapat mematikan tumbuhan dan hewan tertentu di sungai. Dalam jangka waktu panjang dapat merusak ekologi sungai secara keseluruhan

Di dalam instalasi pengolahan air limbah secara komunal, terdapat 2 sistem yang bisa menjadi pilihan. Sistem tersebut dipilih sesuai dengan kebutuhan, agar pengolah limbah dapat bekerja secara optimal.

Berikut 2 sistem yang perlu Anda ketahui dalam dalam instalasi pengolahan air limbah komunal.

  1. Sistem Anaerob

Sistem anaerob merupakan sebuah instalasi pengolahan limbah rumah tangga menggunakan bakteri pengurai untuk proses pengolahannya. Selain menggunakan bakteri untuk mengurai limbah, sistem yang satu ini juga memanfaatkan gravitasi.

Kontruksi Sistem Pengolahan air limbah model Biotech ini menggunakan model Cilinder horizontal. Sehingga kekuatan tangki untuk mengolah air limbah akan memiliki life time yang cukup lama. Limbah Rumah tangga atau yang biasa disebut dengan limbah domestic sangat cocok untuk diolah dalam mesin stp ipal air limbah ini.

Teknologi sistem pengolahan limbah canggih desain ipal biotech portabel yang dipergunakan dengan menerapkan beberapa peralatan berkualitas tinggi. Membuat proses pengolahan sewage treatment yang dilakukan Ipal Biotek ini sangat mudah dan dengan performa maksimal.

Air hasil proses pemurnian limbah ini harus sudah memenuhi baku mutu yang ditetapkan pemerintah. Konsep yang di aplikasikan dalam pemasangan peralatan STP biotech yaitu design Ipal Ramah lingkungan

Untuk limbah rumah tangga dan limbah medis penggunaan ipal model tangki horizontal ini sangat memberikan banyak keuntungan. Diantaranya Sistem Biotech tidak memerlukan tempat yang besar untuk pemasangannya.

Begitu juga dalam aplikasi nya untuk pengolahan limbah seperti hotel, Ipal Gedung apartement dan Pengolahan air limbah RPH. STP Biotech sangat efektif praktis dan ekonomis dari segi harga serta mudah dalam pemasangannya.

Jika berada di bawah tanah anda tinggal menyiapkan galian untuk mengolah air limbah yang sesuai. Kemudian sistem pengolahan limbah ipal biotech Fiberglass ini langsung dapat dimasukkan kemudian ditanam kembali. Jika Septic tank limbah domestik menggunakan konsep pengolahan dengan proses biologi aerobic.

  1. Sistem Extended Aeration

Selanjutnya ada sistem extended aeration. Untuk mengolah limbah rumah tangganya, sistem ini menggunakan sistem bertingkat. Jadi mulai dari sistem anaerob yang digunakan untuk mengurai limbah menggunakan bakteri, kemudian dilanjutkan dengan memberi oksigen tambahan melalui blower udara.

Tujuannya supaya bakteri yang ada di dalam sistem tersebut dapat mengurai air limbah secara optimal. Berbeda dari sistem anaerob, sistem yang ini tidak akan menghasilkan endapan. Hal ini dikarenakan adanya sistem sirkulasi yang berguna untuk mengembalikan endapan ke tangki awal pengolahan

Pada Sistem Extended Aeration ini mengolah air limbah secara Biologi, dengan menciptakan suatu kondisi dimana mengembang biakkan bakteri-bakteri yang terkandung di dalam air limbah tersebut menjadi lebih baik, dan melakukan proses dekomposisi/ penguraian zat – zat pencemar secara optimal, dan aman untuk di salurkan ke Drainase kota.

  • Screen Chamber adalah Suatu “Bak”yang dilengkapi dengan screen ( Tipe Basket Screen) yang memiliki fungsi sebagai penyaring sampah-sampah / padatan kasar seperti kertas tissue, plastik, pembalut, dll. yang ada dalam air limbah awal,sebelum masuk pada Equalization Tank. Juga di tambahkan Comunitor  untuk membantu memperkecil sampah organic, dan dilengkapi dengan diffuser untuk menghancurkan tinja (feces). 
  • Equalization Tankadalah Suatu “Bak” yang digunakan untuk menyama-ratakan (homogenisasi) aliran air dan kualitas air limbah. Di dalam bak ini  juga di suplai udara dari “Submersible Mixer”yang berfungsi sebagai pengaduk yang ditransfer menggunakan diffuser (tipe Air Seal Diffuser), sehingga proses homogenisasi dapat tercapai. Kemudian akan di alirkan menggunakan “Equalizing pump” yang bekerja secara automatic berdasarkan flow switch(pelampung).
  • Aeration Tank adalah komponen utama dalam sistem ini,dimana pada bagian ini terjadi penguraian zat-zat pencemar (Senyawa Organic). Di dalam Aeration Tank ini, air limbah di hembus dengan udara,sehingga mikro organisme “aerob” yang ada akan menguraikan zat organic dalam air limbah. Energi yang diperoleh dari hasil penguraian tadi akan di pergunakan oleh mikro organisme untuk proses pertumbuhannya. Dengan demikian biomassa akan tumbuh dan berkembang dalam jumlah besar, yang akan menguraikan senyawa polutan yang ada dalam air limbah. Penambahan udara dalam air tersebut mempergunakan air blower yang berfungsi menyuplai udara, sehingga tercipta kondisi aerobik. Selain itu, bak aerasi in dilengkapi dengan diffuser (air seal diffuser), yang berfungsi menciptakan gelembung-gelembung udara (bubble) agar proses penyerapan oksigen oleh mikro organisme dapat lebih optimal.
  • Sedimentation Tank biasa disebut dengan istilah ClarifierTank merupakan Sistem untuk pengendapan partikel – partikel floc( Activated Sludge / lumpur aktif ). Sebagian lumpur aktif akan di kembalikan kedalam bak aerasi dan sebagian lagi akan di buang kedalam bak penampung lumpur(sludge tank).
  • Effluent Tank adalah Bak proses akhir dengan bantuan pompa submersible, air hasil pengolahan sebagian akan di alirkan kedalam saluran pembuangan.
  • Sludge Tankadalah merupakan bak penampung lumpur sementara sebelum di buang oleh mobil tinja.untuk mencegah terjadinya kondisi septic,maka dipergunakan udara untuk mengaduk , sehingga kondisi aerob tetap terjaga. Bak ini apabila sudah hampir penuh, harus dibuang dengan menggunakan mobil tinja.