Grounding Dengan Netral Apakah Sama?, Lihat Perbedaanya

Grounding Dengan Netral Apakan Sama?, Lihat Perbedaanya
Pada setiap instalasi listrik, baik 1 phasa yang biasa terpasang di rumah-rumah maupun 3 phasa yang ada di industry terdapat beberapa kabel yang bermuatan listrik, namun ada juga kabel yang tidak dialiri listrik, yaitu Netral dan Grounding, Kalau kita lihat secara teliti kabel netral sebenarnya mengandung aliran listrik dengan daya yang sangat kecil.

Sering orang mengukur suatu tegangan dengan perbandingan phasa dengan netral, dan phasa dengan grounding, hasil pengukuran tersebut sama-sama menunjukkan angka yang sama, namun dalam hal ini tetap antara netral dan grounding berbeda fungsi.

Perbedaan antara grounding dan netral antara lain:

Grounding adalah suatu jalur langsung dari arus listrik menuju bumi atau koneksi fisik langsung ke bumi. Dipasangnya koneksi grounding pada instalasi listrik adalah sebagai pencegahan terjadinya kontak antara makhluk hidup dengan tegangan listrik berbahaya yang terekspos akibat terjadi kegagalan isolasi.

Dalam PUIL 2000 (PUIL : Persyaratan Umum Instalasi Listrik, saat ini edisi terakhir adalah tahun 2000), dipakai istilah pembumian, dan memiliki pengertian sebagai “penghubungan suatu titik sirkit listrik atau suatu penghantar yang bukan bagian dari sirkit listrik, dengan bumi menurut cara tertentu”

PUIL adalah ketentuan atau persyaratan teknis yang diterapkan di Indonesia, dengan mengacu kepada standard internasional, dan dibuat sebagai pedoman dalam pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik, koneksi ke tanah dapat juga membatasi kenaikan dari tegangan listrik statis ketika menangani produk yang mudah terbakar atau ketika memperbaiki perangkat elektronik.

Jadi berdasarkan pengujian pertama dan kedua, dapat ditarik kesimpulan bahwa, kesalahan pemasangan grounding pada kwh Meter dapat mempengaruhi pengukuran jika terjadi loss contact kabel netral pada tiang yang dapat mengakibatkan adanya arus gangguan sehingga kerugian dialami oleh banyak pihak seperti; Pihak PLN dan Pelanggan, kerugiannya antara lain kesetrum listrik, pemborosan kwh Meter, kerusakan peralatan listrik serta Rugi Kwh dan bahan bakar pada pembangkit.

Fungsi  grounding adalah Suatu pengamanan terhadap perangkat-perangkat yang mempergunakan listrik sebagai sumber tenaga, dari lonjakan listrik, petir juga mencegah terjadinya loncatan yang ditimbulkan adanya perbedaan potensial tegangan antara satu system pentanahan dengan yang lainnya.

Grounding / Pembumian yang baik dan benar harus bisa mempunyai nilai tahanan lebih kecil dari 5 Ohm untuk melindungi bangunan dan dibawah 1 Ohm untuk melindungi data. Tidak semua areal bisa mendapat nilai grounding yang baik dan benar, hal ini sangat bergantung oleh berbagai macam aspek seperti :

1 . Jumlah kadar air

bila air tanah dangkal / penghujan maka nilai tahanan sebaran mudah didapatkan.

2. Jumlah mineral/garam

kandungan mineral tanah sangat mempengaruhi tahanan karena semakin berlogam maka listrik semakin mudah menghantarkan.

3. Tingkat keasaman

semakin asam PH tanah maka arus listrik semakin mudah menghantarkan.

4. Isi tekstur tanah

Untuk daerah yang bertekstur pasir dan porous akan sulit untuk mendapatkan tahanan yang baik karena untuk jenis tanah ini air dan mineral akan mudah hanyut.

  • Single Grounding y aitu instalasi grounding dengan hanya penancapan satu buah stick arus pelepas ke tanah dengan kedalaman tertentu (sebaiknya 18 Meter).
  • Paralel Grounding, b i la sistem single masih mendapatkan hasil yang kurang baik (diatas 1 Ohm) maka perlu ditambahkan jumlah stick arus pelepas dengan minimal jarak antar stick 5 mtr dan di sambung dengan kedaman masing-masing tetap 18 Meter, hal ini dilakukan berulang sampai menghasilkan nilai tahanan tanah dibawah 1 Ohm.
  • Maximal Grounding, Bila pada daerah yang memiliki ciri:
  1. kering/air tanah dalam
  2. kandungan logam sedikit
  3. Basa (berkapur)
  4. Pasir dan Porous.

Biasanya agak sulit untuk mendapat nilai grounding dibawah 1 Ohm, dan bila penggunaan 2 cara diatas gagal maka bisa digunakan cara penggantian tanah baru untuk daerah titik grounding tersebut.

Kabel netral adalah kabel bermuatan listrik rendah, bahkan hamper mendekati nol dan dipakai sebagai acuan. Seperti kita ketahui, agar terjadi aliran arus listrik maka harus ada beda potensial. Untuk itu, apabila kita hanya menggunakan kabel phasa masuk dalam komponen listrik, misalnya lampu, maka lampu tidak akan menyala.

Apabila kita tambahkan kabel netral maka akan terjadi beda potensial antara kabel phasa dan netral yang melewati lampu tadi sehingga lampu menyala. Ciri dari kabel ini adalah apabila ditestpen maka testpen tidak menyala.

Akan tetapi, kabel netral dan ground adalah suatu yang berbeda jika kita menggunakan kabel phase dan ground dalam instalasi bisa dikatakan kita membuang listrik karena langsung disalurkan ke tanah. Pada sisi pembangkit listrik, kabel netral pada akhirnya juga ditanahkan (di-ground-kan), tetapi kabel ground tetap diperlukan sebagai proteksi agar arus bocor segera terbuang dan tidak membahayakan. Lebih jelas tentang hubungan antara kabel netral dan ground