Terminasi Kabel Medium Voltage dengan Raychem

Terminasi Kabel Medium Voltage dengan Raychem
Foto Istimewa: Dok PT. Elconindo Technic Solusi
Persaingan antar tenaga kerja dalam pekerjaan terminasi kabel High Voltage maupun Medium Voltage harus didasarkan pada kemampuan atau kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kerja. Sebagai bukti formal kemampuan atau kompetensi seseorang tenaga kerja yang sudah diakui saat ini adalah adanya pengakuan secara formal berupa sertifikasi kompetensi yang sesuai dengan kemampuannya.

Untuk meningkatkan kemampuan tenaga ahli dan tenaga terampil untuk melakukan terminasi kabel High Voltage, Medium Voltage diperlukan suatu strategi yang dapat mendukung pelaksanaan sertifikasi kompetensi serta standardisasi kompetensi tenaga teknik ketenagalistrikan.

Teknik terminasi sudah lengkap ada pada buku manual book yang didapat dalam kotak/kardus dari terminasi tersebut yang menjabarkan langkah demi langkah. Namun dilapangan ada beberapa kendala yang terjadi sehingga hasil dari terminasi tidak bisa maksimal.

Seperti pada saat menyambungkan kabel ke dalam plat cooper kubikel kabel sering ditekuk untuk mengikuti kontruksi kabel dan kadang-kadang posisi lubang skun kabel tidak sesuai dengan posisi lubang baut plat cooper kubikel, sehingga lubang skun diputar paksa dengan obeng atau alat semacamnya yang mengakibatkan isolasi terminasi semakin menjadi strees. Dengan demikian akan menurunkan kualitas dari tahanan isolasi terminasi tersebut.

Tujuan utama dari terminasi adalah untuk memecah stress tegangan pada ujung kabel dan mencegah material luar seperti air masuk ke dalam kabel.

Termination Kabel Raychem adalah Aksesoris Kabel atau Lengkapan Kabel atau Terminasi Kabel yang merupakan jenis material yang sangat diperlukan untuk melengkapinbagian sisi kabel yang sifatnya disesuaikan dengan sisi kabel yang di perlukan.

Terminasi Kabel Raychem memiliki fungsi untuk menyambungkan kedua sisi kabel yang terputus.

Berikut teknik yang umum kita pakai pada saat melakukan terminasi dilapangan :

1.Lakukan pengupasan Kabel sesuai ukuran berikut, pada pelaksanaannya ikuti langkah-langkah di bawah ini. Untuk beberapa ukuran bisa fleksibel sesuaikan dengan kondisi dilapangan.

Raychem 7
Foto: Dok Perusahaan PT. Elconindo Technic Solusi

2.Setelah kabel dikupas alangkah baiknya di uji tahanan isolasinya dahulu cukup dengan tegangan 5-10 kV DC. Jika hasilnya bagus (> 20 Mega Ohm) maka terminasi bisa dilanjuttkan, jika tidak kemungkinan kabel tersebut ada kerusakan. Referensi minimum uji tegangan tembus 1 kV = 1 Mega Ohm.

3.Setelah selesai ukur tahanan isolasi kabel tersebut menggunakan tegangan 5-10 kV DC. dan lakukan terminasi kabel sesuai urutan-urutan yang telah ditentukan di manual book.

4.Pemasangan Grounding sangat penting dalam terminasi kabel.

Raychem 5

Foto: Dok Perusahaan PT. Elconindo Technic Solusi

5.Pastikan urutan phasa nya (R-S-T) benar/tidak tertukar. Pada saat pemasangan gunakan kunci momen jika ada.

Teknik penyambungan (jointing) memiliki berbagai macam bentuk atau tipe, jenis dan ukuran mengikuti ukuran yang disesuaikan dengan kabel dan atau keperluan yang akan dipakai seperti untuk Tegangan Rendah, Tengangan Menengah, serta untuk Tegangan Tinggi.

Jenis kabel dan tegangan yang digunakan sangat menentukan jenis sambungan yang akan di gunakan (menggunakan teknik heat shrink atau cold shrink) serta jenis alat dan bahan yang akan digunakan (aksesoris) hal ini untuk menghindari kesalahan penyambungan dan pemasangan yang dapat berakibat fatal pada sistim kelistrikan.

Raychem 8
Foto: Dok Perusahaan PT. Elconindo Technic Solusi

Terjadinya kegagalan dalam penyambungan kabel tegangan menengah maupun tegangan tinggi akibat dari :

  1. 22 % akibat dari kesalahan ketika menentukan jenis material/sambungan.
  2. 50 % akibat dari ketidak tahuan instalatir (jointer) dan atau tidak bersertifikat.
  3. 28 % akibat dari kualitas material yang dipakai.

Kesalahan-kesalahn kecil yang sering terjadi pada saat proses penyambungan seperti : pengepresan join slave yang tidak sempurna (tidak sesuai dengan standart PLN), masih adanya pita isolasi yang tidak terlilit/tersambung dengan sempurna yang mengakibatkan ketebalan pada sambungan menjadi tidak merata, dan lain sebagainya.

Artikel ini Hasil Pekerjaan di PT Sulfindo Adi Usaha