Koin Kripto Shiba Inu Asal Jepang Kalahkan Harga Batu Bara

21
Koin Kripto Shiba Inu Asal Jepang Kalahkan Harga Batu Bara
Apabila batu bara membutuhkan waktu sepanjang 2021 untuk melonjak hingga 230% (ketika di level US 280/ton), token kripto Shiba Inu hanya membutuhkan waktu sepekan untuk melonjak hingga 319% (per Kamis kemarin, pukul 16.04 WIB).

Koin kripto berlogo anjing asal Jepang ini sedang mengalami aksi profit taking. Pada pagi ini, Jumat (8/10), pukul 7.45 WIB, koin Shiba ambles 17,56% ke US$ 0,00002342 dibandingkan hari sebelumnya. Sementara, dalam 7 hari terakhir koin SHIBA melesat 226,55%.

Sebelumnya, koin yang dijuluki “pembunuh Dogecoin”–koin meme lainnya yang juga bergambar anjing shiba inu–tiba-tiba melesat kencang pada perdagangan Rabu lalu.

Hal ini terjadi setelah bos mobil listrik Tesla Elon Musk mengunggah foto anjing Shinu Iba sebagai anggota baru keluarganya di Twitter.
Tak lama setelah unggahan tersebut, nilainya meningkat 55% menjadi US$0,00001312.

Volume melonjak tajam hingga 770% hanya dalam waktu satu hari saja, dikutip Economic Times, Rabu (6/10).

Bukan hanya Shiba Inu, token meme lain juga saat itu mengalami lonjakan. Misalnya Husky sebanyak 140% dan Shiba Cash 75%, token ‘anjing’ lainnya Akita Inu, Baby Doug, Doggy, Kishu Inu dan Pitbull juga reli antara 15-35%.

Sementara, Jumat (8/10) pagi ini, harga ibu dari segala koin kripto, Bitcoin, saat ini sudah mencapai US$ 54.163/koin dan menembus nilai market cap US$ 1,01 triliun. Harga Bitcoin turun 1,10% dibandingkan sehari sebelumnya dan melesat 24,47% dalam sepekan.

Token SHIB ini dibuat pada Agustus 2020 oleh sosok dengan pseudonim Ryoshi. Shiba Inu, yang berbasis Ethereum, mencoba menyaingi sistem algoritma penambangan Dogecoin yang berbasis Srypt.

Pada 17 September 2021, bursa kripto terbesar di Amerika Serikat (AS) Coinbase memasukkan Shiba Inu ke platform mereka. Sejurus dengan itu, koin Shiba Inu melonjak 40% dan membuat koin ini kembali dilirik banyak investor kripto lainnya.

BACA JUGA:  Noise pada Instrumentasi Dan cara Mengatasinya

Setelah sempat menyentuh US$ 280/ton, harga batu bara ‘terjun bebas’ seiring adanya aksi ambil untung (profit taking) para investor.
Pada Rabu (6/10), harga batu bara di pasar ICE Newcastle (Australia) anjlok 15,71% ke US$ 236/ton dibandingkan hari sebelumnya.

Sementara, pada Kamis kemarin (7/10), harga batu bara ambles 4,70% ke US$ 224,90/ton.
Kendati ambles dalam dua hari terakhir, dalam sepekan harga batu bara masih naik 3,64%, sebulan melesat 26,10%. Kemudian, sejak akhir 2020 (year-to-date/ytd) harga batu bara ‘meroket’ 175,11%.